TAHAPAN SELEKSI CAPRA IPDN
(PENEJELASAN)

Pada
artikel sebelumnya saya sudah menjelaskan secara umum persyaratan dan tahapan
seleksi CAPRA IPDN. Nah pada artikel kali ini saya akan menjelaskan secara
detail tentang tahapan seleksinya. Karena biasanya agan-agan yang mau ikut tes
IPDN bertanya-tanya bagaimana cara lolos dari setiap tahapan seleksi yang ada.
Sekali lagi
saya tekankan kepada agan-agan artikel ini saya tulis berdasarkan pengalaman
pribadi saya saat mengikuti tes CAPRA IPDN mulai dari administrasi sampai lolos
jadi Praja IPDN. Jadi agan-agan gak usah ragukan lagi artikel yang saya tulis
ini. Insya Allah selama Allah mengizinkan artikel ini bisa membantu agan lolos
jadi Praja IPDN, Aamiin…
1.
TES
ADMINISTRASI
Tes Administrasi ini merupakan tes
yang paling mudah, karena agan tinggal penuhi semua persyaratan administrasi
yang ditentukan. Mudahkan ? eeiittss… jangan senang dulu doktrin senior
terdahulu mengatakan “ORANG ITU JATUH BUKAN KARENA BATU BESAR TAPI KARENA BATU
KERIKIL”. Sama dengan tes administrasi ini jangan agan remehkan, begitu juga
dengan tes yang lainnya. Karena walaupun simple, ternyata di tes administrasi ini juga banyak capra yang
berguguran.
Dikarenakan pendaftaran yang
online, tak jarang berkas yang diupload oleh capra gagal terupload biasanya
masalah jaringan. Sebetulnya saya kurang paham juga dengan masalah ini, karena
waktu saya tes capra waktu angkatan saya masih menggunakan system manual alias
belum online (offline). Jadi waktu angkatan saya masih mendaftar ke Badan
Kepegawaian Daerah (BKD) masing-masing. Nah baru dari angkatan di bawah saya
barulah dimulai pendaftaran online.
Tapi gak usah khawatir, sebelum
menulis artikel ini saya sudah melaksanakan wawancara dengan beberapa adik
kelas saya yang lulus maupun gugur dalam tes administrasi yang sudah
menggunakan system online dalam pendaftaranya. Jadi dari penuturan beberapa
adik kelas saya yang lolos maupun yang gugur di administrasi masalah yang sering
terjadi adalah masalah jaraingan. Mungkin beberapa wilayah di Indonesia ini
masih belum bagus jaringan internetnya apalagi jaringa 4G termasuk daerah rumah
saya L
Jadi walau pun saya kurang paham saya Cuma
minta pastikan pada saat agan mengupload berkas-berkas agan ke website IPDN
pastikan dulu apakah sudah terupload dengan betul atau tidak. PAHAM ?
2.
TES TKD
Tes Kompetensi Dasar, tes ini
merupakan tes yang menguji kompetensi dasar agan sebagai capra IPDN sekaligus
tes CPNS agan-agan. Tes TKD ini mulai dari angkatan saya yaitu angkatan XXV
yaitu pada tahun 2014 sudah menggunakan CAT (Computer Assisted Test). Untuk
menghadapi TKD ini waktu 2014 yang lalu, persiapan saya hanya satu yaitu
membaca buku-buku soal TKD yang ada contoh soalnya juga. Kemudian membaca-baca
materi yang terkait soal-soal TKD tertentu.
Perlu diketahui juga bahwa materi
dari soal CAT ini disusun berdasarkan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara
(BKN) No 9 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil. Berdasarkan
peraturan ini, maka soal CAT ini terdiri atas Tes Kompetensi Dasar dan Tes
Kompetensi Bidang.
Untuk TKD dengan system CAT ini
terdiri dari 100 soal CPNS Tes Kompetensi Dasar (TKD) dengan waktu maksimal 90
Menit (Waktu disesuaikan dengan ketentuan Kemenpan-RB 54 detik per soal CAT);
Passing Grade kelulusan CAT CPNS
adalah minimal TWK 40%, TIU 50% dan TKP 72%;
Sesuaikan skor anda pada akhir test
apakah lulus Passing Grade atau Tidak;
Ketentuan Penilaian Mengacu Aturan
Pemerintah :
– Menjawab Benar 5 Poin
– Menjawab Salah 0 Poin
– Tidak Menjawab 0 Poin
– Khusus TKP rentang nilai 1 – 5
Poin
Untuk materi Premium (Soal lebih
lengkap, bisa diulang-ulang, materi soal lebih banyak, tersedia kunci jawaban
dan pembahasan detail) silakan mendaftar di situs http://www.latihancatcpns.com
Nah, saya akan memberikan tips
berdasarkan pengalaman saya sewaktu mengikuti TKD dengan system CAT ini. Sebelumnya
sudah saya jelaskan bahwa TKD dengan system CAT ini perdana di angkatan saya. Malahan
dari semua tes CPNS yang ada, perdana dilaksanakan TKD dengan CAT ini
dilaksanakan oleh IPDN sewaktu tes CAPRA XXV tahun 2014 (angkatan saya).
So, waktu itu belum ada referensi
yang cukup akurat. Hanya ada contoh-contoh soal di buku-buku TKD yang ada di took-toko
buku saja. Jadi, saya hanya belajar soal-soal dari buku itu saja. Dan kebetulan
kakak saya punya simulasi CAT ini. Jadi dekat-dekat mau TKD, saya banyak
belajar dan berlatih degan simulasi CAT ini. Intinya, banyaklah belajar dan
berlatih soal-sola TKD dengan system CAT ini.
Dan alhamadulillah waktu itu saya
peringkat ke 11 dari provinsi banten, dengan
nilai 330. Jadi, atas izin Allah SWT niat dan kemauan saya Alhamdulillah
terbalaskan.
3.
TES
KESEHATAN
Untuk tes kesehatan ini saya tidak
bisa kasih tips yang jitu. Karena kondisi kesehatan dari tubuh setiap orang itu
berpariasi. Untuk saya sendiri Alhamdulillah sehat walafiat gan. Tapi saya Cuma
bisa saranin agar agan-agan saat deket-deket tes kesehatan ini lebih lagi
menjaga kesehatan agan. Karena pas tes kesehatan ini setiap centi tubuh agan
bakal bener-bener dicek. Bukan hanya tubuh bagian luar saja namun organ tubuh
agan pun akan dicek betul-betul. Jadi kalau bisa kegiatan yang sekiranya bisa
mengurangi kesehatan agan apalagi bisa membahayakan agan sebaiknya dihindari
saja sewaktu dekat-dekat tes kesehatan ini.
Kemudian banyak mengkonsumsi
makanan yang sehat dan bergizi. Kalau waktu saya tes, kebetulan saya punya
berat badan yang kurang. Jadi waktu mau deket tes kesehatan saya banyak makanan
yang memiliki kandungan protein, lemak dan karbohidrat. Tujuannya agar menambah
berat badan. Dan kebetulan waktu saya mau tes kesehatan itu bertepatan dengan
idul adha. Jadi kebetulan banyak daging di rumah, so setiap hari makan daging
terus, hehe…
So selama satu minggu mengkonsumsi
daging dan makanan nuansa idul adha ya yang pasti berlemak dan berprotein berat
badan saya bertambah kurang lebih 3 kg. namun kerjaan saya waktu itu bukan Cuma
makan aja, tapi tetap dibarengi dengan olahraga. Dan Alhamdulillah atas izin
Allah saya lolos tes kesehatan.
Itu pengalaman saya soal tes
kesehatan, kalau agan punya masalah yang sama seperti saya agan mungkin bisa
coba cara saya di atas. Namun perlu diperhatikan juga kondisi tubuh yang lain
selain berat badan dan tinggi badan.
4.
TES
PSIKOLOGI DAN TES INTEGRASI & KEJUJURAN
Untuk psikotes ini hamper sama saja
dengan psikotes waktu agan SMA. Hanya saja ada soal hitungan Koran, agan bisa
cari sendiri soal hitungan Koran ini. Disini saya Cuma mau kasih tau cara dan
tips biar lebih mudah dalam mengerjakan soal-soal psikotes ini.
Sebenarnya psikotes ini gak ada
jawaban benar dan salah. Hanya saja psikotes ini mengukur psikologi agan.
Terutama mengukur kemampuan dan ketahanan psikologi akan saat berada di bawah
tekanan. Memang saat mengerjakan soal-soal psikotes ini agan akan merasa berada
di bawah tekanan. Tapi disitulah dilihat kemampuan dan keinginan dari agan.
Hal ini tidak lain dan tidak bukan adalah
untuk mencari capra yang siap dengan siklus kehidupan praja yang padat dan
tentu saja yang namanya peserta didik pasti berada di bawah tekanan.
Jadi tips dari saya, inget ya tips
ini berdasarkan pengalaman saya waktu tes capra dulu. Kebetulan abang sama ayah
saya anggota TNI, dan soal psikotesnya gak jauh beda sama psikotes IPDN. Karena
kebetulan untuk psikotes IPDN bekerjsama dengan Dinas Psikologi Angkatan Darat.
Jadi sebelum tes saya banyak Tanya abang dan ayah saya. Selain itu saya juga
browsing di internet mengenai soal-soal psikotes tersebut. Intinya adalah
banyak belajar dan berlatih. Karena kalau agan sudah terbiasa mengerjakan
soal-soal psikotes tersebut pasti agan akan terbiasa saat tes nanti. Dan hal
itu terbukti saat saya mengerjakan soal psikotes saat tes psikologi.
Alhamdulillah hasil belajar dan berlatih soal-soal psikotes yang sering saya
kerjakan bermanfaat. Pada saat tes saya sudah terbiasa dengan soal-soal
psikotes tersebut dan juga dengan keadaan nuansa saat psikotes yang menegangkan.
Dan Alhamdulillah atas izin Allah saya lolos tes psikologi.
5.
TES
PANTUKHIR
Tes Pantukhir (Pantauan Terakhir), sesuai namanya ini adalah tes final
dari seluruh tahapan tes seleksi capra IPDN. Biasanya di tes ini saat-saat yang
palling menegangkan. Kenapa ? karena untuk lokasi tes pantukhir ini
dilaksanakan di kampus pusat jatinangor. So, rasanya sudah bangga masuk ke
Ksatrian IPDN Jatinangor ini dan ingin rasanya tetap di sini, hehe. Pasti
itulah yang terdapat di dalam benak setiap capra IPDN yang sudah masuk ke tahap
pantukhir.
Langsung aja kita bahas apa aja sih yang bakal dilaksanain waktu tes
pantukhir di jatinangor ? nah pada saat tes pantukhir ini ada beberapa tes lagi
yang akan dilaksanakan. Tujuannya adalah untuk memastikan apakah capra yang
berhasil lolos sampai pantukhir ini siap dan pantas untuk jadi praja IPDN. Dan
dari beberapa tes ada juga tes-tes yang sudah dilaksanakan saat tes di daerah
masing-masing. Untuk tes-tes yang akan dilaksanakan itu sendiri adalah sebagai
berikut :
1. Verifikasi
faktual dokumen administrasi
2. Tes ulang
kesehatan
3. Tes
Kesemaptaan
4. Wawancara
All right, kita bahas satu-satu…
1.
Verifikasi
factual dokumen administrasi
Ini
sebenarnya bukan tes, ini hanya proses verifikasi factual dokumen administrasi
agan yang berhasil lolos ke tahap pantukhir. Jadi data-data administrasi agan
sewaktu tes administrasi akan diverifikasi kembali kefaktualannya. Tapi tenang
aja, berdasarkan pengalaman saya kalau tes administrasi lolos yang gak akan
bermasalah sama proses verifikasi ini.
2.
Tes ulang
kesehatan
Saya lupa
kasih tahu ke agan waktu kita bahas tes kesehatan. Setelah agan lolos tes
kesehatan agan jangan langsung senang dulu dan kemudian lupa untuk
memperhatikan kesehatan agan lagi. Karena saat pantukhir kesehatan agan akan
dites lagi, persis seperti saat tes kesehatan di daerah. Jadi buat agan-agan
dari mulai tes sampai pengumuman sebaiknya jaga kesehatan baik-baik dah
pokoknya. Kalau bisa sampai tua, karena SEHAT ITU MAHAL.
Dan sama
halnya dengan verifikasi factual dokumen administrasi. Tes kesehatan di
pantukhir ini juga Cuma mengecek ulang kembali kesiapan kesehatan agan apakah
siap untuk mengikuti proses pendidikan di Lembah Manglayang. Jadi kalau agan
udah lolos tes kesehatan di daerah dan terus menjaga kesehatan agan sampai
pantukhir tenang aja agan pasti lolos kok di tes ulang kesehatan ini.
3.
Tes Kesamaptaan
Tes
kesamaptaan ini sama saja dengan tes kesamaptaan pada umumnya. Terdiri dari
push-up, sit-up, lari 12 menit, pull-up dan suttle-run. Untuk standar nilainya
sama dengan tes samapta pada umumnya. Setahu saya untuk poin 100 dari setiap
item tes uraiannya sebagai berikut :
1. Push-up
(45x)
2. Sit-up
(45x)
3. Pull-up
(15x)
4. Lari 12
menit (8x lapangan sepak bola)
5. Suttle-run
(14/12 detik)
So, kalau
agan bisa dapet nilai kaya di atas otomatis nilai samapta agan 100. Kalau waktu
saya push-up 52, sit-up 48, pull up 12, lari 12 menit 7 putaran 250 meter, dan
suttle run 18.45 detik. Walau pun gak sempurna Alhamdulillah lolos.
So,
persiapannya sama saja dengan psikotes dan TKD yaitu banyak belajar dan
berlatih. Karena kalau kita sudah dibiasakan melakukan apa saja yang akan dites
pada saat kita akan melaksanakan tes ini tubuh kita akan terbiasa dan tidak
berat sama sekali saat melaksanakan setiap tes yang ada.
4.
Wawancara
Wawancara,
sesuai namanya tes ini adalah proses Tanya jawab antar agan sebagai capra
dengan pewawancara (biasanya pejabat IPDN, KEMENDAGRI dan beberapa perwira dari
Dinas Psikologi AD). Kalau waktu saya kebetulan waktu itu yang waktu itu jadi
pewawancaranya dari Dinas Psikologi AD. Tapi bervariasi kok untuk pewawancara.
Karena nanti dari setiap asal pendaftaran akan dipisahkan meja wawancaranya.
Jadi hal ini lebih mengefesiensi dan mengefektifkan waktu yang ada. Jadi
misalkan untuk asdaf aceh itu di meja 1 dan pewawancaranya dari pejabat IPDN,
kemumdian dari Maluku di meja 30 dan pewawancaranya dari pejabat KEMENDAGRI
kemudian banten di meja 12 dan pewawancaranya dari Dinas Psikologi AD. Jadi
bervariasi setiap asdaf.
Yang
disiapkan untuk tes wawancara ini Cuma satu, MENTAL. Karena biasanya tes
wawancara ini ternyata lebih menegangkan dari tes psikologi. Karena kalau tes
psikologikan kita tidak bertatap muka secara langsung dengan penguji melainkan
melalui soal-soal. Namun di tes wawancara ini kita akan bertatap muka langsung
dengan penguji (pewawancara). Dan biasanya setiap soal yang diberikan akan
diberikan waktu yang singkat untuk kita menjawabnya. Dan pasti saat keadaan
tegang pikiran kita pun terganggu dan sulit untuk berpikir. Dan akhirnya tak
jarang pertanyaan dari penguji tidak bisa dijawab padahal sebetulnya itu soal
mudah. Kembali lagi kepada prinsip pencarian tes seleksi capra IPDN ini. Yaitu
mencari capra yang siap untuk mengikuti segala bentuk pendidikan di IPDN yang
serba diatur dan di bawah tekanan. Jadi wajar jika ada beberapa tesnya yang
menuntut agan untuk bisa bertahan dalam kondisi apapun sekalipun itu berada di
bawah tekanan.
Jadi yang
saya sarankan adalah persiapkan mental agan dan jangan tegang. Berdoalah kepada
Yang Maha Kuasa agar diberikan kelancaran dan kemudahan. Dan pada saat saya mau
tes wawancara ini memang benar lebih menegangkan dibandingkan tes yang lain.
Selain kita akan bertatap muka langsung dengan pengujinya juga karena ini
merupakan tes terakhir (final battle)
bisa dikatakan tes penentu apakah kita lolos atau tidak menjadi praja IPDN.
Pasti sakitnya bukan main jika gagal di penghujung seperti saat ini, itulah yang
ada di benak saya dan mungkin seluruh capra yang akan melaksanakan tes
wawancara yang lain.
Dan untuk
mengatasi ketegangan, kekhawatiran dan ketakutan saya tadi. Saya selalu berdoa
kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa agar diberikan kemudahan dan kelancaran.
Selain itu kedua orang tua dan keluarga pun saya jadikan motivasi tertinggi
saya. Saya selalu membayangkan betapa bahagianya mereka semua saat mendengar
saya lolos menjadi praja IPDN.
Kemudian
tes pun dimulai, seluruh capra diarahkan ke Balairung Rudini (aula). Di sana
tampak wajah rekan-rekan dari capra yang lain menunjukan ketegangan yang saya
sarankan. Namun saya tetap berdoa kepada Allah dan mengingat keluarga saya yang
menanti kabar gembira dari saya.
Nomor urut
saya pun dipanggil, kemudian saya melangkahkan kaki saya ke meja wawancara.
Kebetulan pewawancaranya adalah seorang kolonel dari Dinas Psikologi AD.
Terlihat tatapan matanya yang menyorot yang membuat nyali saya ciut. Namun saya
tetap melangkahkan kaki saya dengan percaya diri. Kemudian saya memberikan
laporan kepada beliau keumdian dipersilahkan duduk. Kemudian mulailah wawancara
antara saya dengan beliau.
Saya
terkejut walaupun tampangnya menakutkan, namun bapak satu ini cukup santai
memberikan pertanyaan walaupun kadangkala matanya yang menakutkan itu menyorot
kearah saya. Satu persatu pertanyaan pun mulai dilontarkan dan saya pun mulai
menjawab. Dan ada beberapa pertanyaan yang tidak bisa saya jawab dengan jelas.
Alhamdulillah semuanya bisa saya jawab. Kemudian wawancara pun selesai dan saya
berdiri dan memberikan laporan kepada beliau. Kemudian balik kanan dan usai
sudah semua tahapan tes.
Kemudian
saya melangkahkan kaki dengan senyuman ke arah rekan-rekan saya yang juga sudah
melaksanakan wawancara. Terlihat sekali perbedaan raut wajah mereka saat
sebelum dan sesudah wawancara. Ya mungkin karena semua beban yang ada sudah
hilang.
PENGUMUMAN
Setelah
semua capra melaksanakan tes wawancara kami diarahkan untuk pulang ke wisma
untuk menunggu info lebih lanjut. Setelah sampai di wisma terlihat semua
rekan-rekan mulai tegang lagi. Ya tentu saja tegang menunggu hasil akhir
(pengumuman), LOLOS/GAGAL ? itu yang ada dibenak kami saat itu. Dan saat hari
itu setelah tes wawancara, seharian penuh tak henti-hentinya kami memanjatkan
doa kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa.
Yang islam
terus berdzikir dan menguji, yang Kristen terus membaca injil, yang hindu pun
terus berdoa. Semuanya berdoa memohon pertolongan kepada Allah SWT Tuhan Yang
Maha Esa dengan caranya masing-masing.
Malam pun
tiba, terdengar suara PA memberitahukan kepada seluruh capra untuk memakai
pakaian hitam putih menuju lapangan parade. Kemudian pengasuh pun mulai
mengarahkan kami untuk bergegas melaksanakan sesuai arahan dari PA. setelah
selesai mengenakan pakaian hitam putih. Kami pun berbaris rapih menuju lapangan
parade, kebetulan waktu itu saya menjadi danton, karena waktu itu saya
dipercaya menjadi ketua kontingen (kakon) sementara dari banten oleh
rekan-rekan capra yang sama-sama dari banten. Kemudian sebagai danton saya
memimpin rekan-rekan capra yang lain berbaris dengan rapih menuju lapangan
parade.
Di parade
seluruh capra mulai berbaris rapih. Dikejauhan saya lihat disekitaran lapangan
parade banyak sekali keluarga dari capra yang menonton dan juga senior-senior
kami madya, nindya dan wasana yang ikut menyaksikan pengumuman kami di parade
pada saat malam itu.
Apel
pengumuman pun dimulai, kebetulan Pembina apelnya adalah rector IPDN
sendiri pada saat itu. Dan pada saat
beliau mengumumkan pengumuman terakhir, betapa bahagia dan terharunya saya dan
rekan-rekan saya bahwa kami semua lolos. Tak bisa saya membendung air mata haru
ini. Setelah apel selesai seluruh keluarga capra dan senior kami memasuk
lapangan parade bagaikan sebuah air sungai yang dibukan bendungannya.
Saya dan 3
rekan saya yang sama-sama dari kabupaten serang bingung dan diam karena tidak
ada keluarga kami yang datang. Namun, pada saat senior kami yang kebetulan
sama-sama dari serang juga datang. Kesan kami tentang senior yang menakutkan
itu pun hilang. Saat mereka mendatangi kami terlihat senyum dari wajah mereka
yang kemudian langsung menyapa kami. Kemudian kami langsung memberikan PPM dan
bersalaman dengan mereka.
Mereka pun
menghibur kami, karena melihat kami yang menangis. Dan ada beberapa dari mereka
yang merangkul kami dan mengajak kami bercanda. Kemudian ada senior kami yang
meminjamkan HP nya kepada kami. Karena dari awal tiba di jatingor ini kami
tidak diperbolehkan membawa alat komunikasi. So, kami pun bergantian meminjam
HP senior kami untuk menelpon keluarga di rumah.
Saat saya
mendapatkan giliran untuk menelpon keluarga di rumah, saya langsung
mengeluarkan nomor HP ayah dan ibu saya yang ada di dompet saya. Pada saat ayah
saya menjawab telpon saya, sontak saya langsung mengatakan “Pak, Yudi lolos !”
ayah saya pun bingung dan diem kemudian saya mengatakannya lagi “Pak, yudi
lolos !” kemudian ayah saya langsung berkata ”Alhamdulillah” kemudian ayah saya
memanggil ibu saya dan saya mengatakan hal yang sama kepada ibu saya bahwa saya
lolos menjadi praja IPDN. Terdengar suara tangisan ibu saya dari telepon, kemudian ayah saya berkata dan memberikan
beberapa nasehat. Dan ternyata beberapa saat setelah saya lolos, ayah saya
mencukur kumisnya… hehehe katanya sebagai rasa syukur ayah saya. Namanya juga
orang tua pasti bahagia melihat kesuksesan anaknya.
Itu sedikit
cerita dari saya, buat agan-agan terkhususnya adik-adik yang ingin jadi praja
IPDN tetap semangat. Selama ada niat dan kemauan semua pasti bisa. Biarkan saja
cibiran yang mengaraha kepadamu saat ini, karena jika kamu berusaha cibiran
tersebut akan menjadi tepuk tangan. ASYIK… hehe
Intinya,
tanamkan niat dan kemauan dalam diri adik-adik. Dan sering-seringlah belajar
dan berlatih. Jika ada pertanyaan silahkan bertanya di kolom komentar.
Okay… demikian
artikel kali ini… GOOD LUCK